Kamis, 03 Oktober 2013







Ulang tahun. Yang ada di benak gue saat melakukan ulang tahun adalah semakin tua, dapat kado, di kerajain sama temen-teman. Kenapa sih yang ulang tahun selalu di kerjain, klo dapat kado aja sih gak apa-apa yaaaaa. Dan kenapa setiap gue ulang tahun selalu di kerjain.  Oh Tuhan,  ada apa dengan tampang gue yang polos ini, apakah tambang gue emag polos atau itu hanya bohong.
 Tapi sumpah deh ulang tahun kali ini kok gue sensitif banget ya. Padahal itu masalah kecil banget tapi kok gue juga kebawa emosi yang tak terbendung yang gedenya segunung.
Teman-teman gue bener2 ngeselin dan gak punya pripertemanan yang adil dan beradap kepada Tuhan Yang Maha Esa. kenapa gue gak kepikiran kalo gue itu di kerjain ? haaaah ntah lah, hanya Tuhan yang tau. Sebenarnya waktu itu gue dilema, ini beneran atau ngak sih. Tapi yang jelas waktu itu hati gue udah sakit duluan jadi gak mikir di kerjain. Masa pas gue datang mereka udah pada rahasia-rahasia an, kan ga enak, walaupun biasanya emag suka rahasia sih. Sebenernya rahasia yang gak penting tapi bagi mereka penting. Heeeeeheeeeeeeeeee. #pipis love and gaul.
Yang penting banget.. thank you for all my friends who have bullying me with perfect. i like your manner, so that made me cry ( just false ), and also thanks for prize that so funny. J I love you so  much friends, # tightly hug J J .
Thanks for someone who his name still secret . hehehe. he have come to my house in the morning when sun shine light. only for to say happy bithday. J I feel lucky that morning. Thanks a lot friend. ;)

Kamis, 06 Juni 2013

06 Juni 2013
JUST CURCOL


Begitu banyak rintangan yang menghadang perjalan hidupku di planet yang bernama realita ini. Aku mulai lelah, bosan bahkan menyerah untuk menjalani kisah ini. Terkadang usaha yang kita lakukan tidak membuahkan hasil yang gemilang. Aku merasa takut untuk menjalani kisah selanjutnya. Tapi perasaan takut itu harus di musnahkan sampai aku menemukan tempat abadi yang disebut heaven. Aku masih belum dapat memastikan apakah surga pantas untukku, tapi yang jelas aku takut dengan neraka. Aku akan berusaha mengindari tempat itu dengan sebutan “katakan tidak pada neraka.”
Aku selalu ingat dengan sebuah kata yang cukup memberiku ganbatte dalam setiap kegagalanku yaitu don’t give up. Terkadang kata itu tidak mempan untuk setiap masalah yang aku hadapi. Aku berfikir bahwa usaha yang aku lakukan sudah maksimal namun hasilnya masih saja mengecewakan. Apa aku tidak pantas mendapatkannya. Jika memang iya, kenapa ? 
Aku selalu menanyakan hal demikian dalam setiap do’a, namun jawabnya masih belum bisa ku dapatkan. Saat otakku dapat berfikir jernih, aku dapat menyimpulkan bahwa mungkin Tuhan belum mengizinkan atau tuhan punya rencana indah dibalik kegagalanku. Aku penasaran dengan rahasia Tuhan. Apakan rencana baik atau malah sebaliknya. 
Terkadang aku iri dengan mereka yang bisa mendapatkan segalanya dengan mudah. Menikmati indahya ketawa yang lepas dari hati tanpa ada beban sedikitpun. Rasa kecewa yang enggan untuk singgah dalam hidupku adalah sebuah rasa yang sangat aku impikan. Aku berusaha untuk tidak kecewa, berusaha untuk tidak patah semangat,  berusaha untuk tidak menyerah, namun hatiku masih belum bisa bohong untuk mengatakan hal demikian. Aku bersyukur tapi ucapan syukur itu yang masih mudah roboh di terjang angin topan.
Aku janji bahwa ini adalah kegagalan terakhirku. Tidak ada kata gagal untuk selanjutnya. Aku akan bangkit dan berusaha lebih keras lagi untuk hasil yang aku impikan. Semoga Tuhan selalu bersamaku dan ikut membantuku untuk mewujudkannya.

Semester selanjutnya adalah semester keberuntunganku. Semester yang dapat memberiku nilai yang gemilang. Nilai yang aku impikan.

Rabu, 08 Mei 2013



09 mei 2013
Salah “KliK”
2 Tahun yang lalu gue dilanda galau akibat pilihan yang terbatas karena gue milih jalur SNMPTN. Pilihan pertama adalah manajemen kampus 2 dan yang kedua akuntansi di kampus induk atau bisa di sebut juga kampus pusat. ”Kok piliha pertama manajemen kampus 2 sih ?”itu pertanyaan yang muncul waktu gue ditanya tentang pilihan waktu masuk kuliah.  Ya udah, gue jawab aja, “kan gue tinggal di Payakumbuh ne, trus mama gue bilang kalo mau kuliah di Payakumbuh aja, ntar kalo gak di keterima baru Padang, ngitung-ngitung  biaya”. Gue ikutin saran mama gue tercinta yang tak terkalahkan oleh apapun di dunia ini, tapi kalo udah marah-marah tercintanya jadi hilang, lenyap dan entah kemana.
Sejujurnya, apa manajemen aja gue gak tau, tapi itu dulu, sekarang gue tau donk.  prinsip gue yang penting milih, ntar kalo diterima berarti rezeki dan Tuhan berarti kasih izin buat gue untuk kuliah. Parahnya lagi, dimana kampusnya aja gue gak tau, Tapi gue dengar dari Orang-orang katanya di sana dulu bekas SMP, ya udah gue gak kepikiran sama bagaimana keadaan kampus, yang gue pikir palingan kayak sekolahan biasa yang punya banyak kelas. Lagian udah bisa kuliah aja udah syukur banget gimana mau banyak milih.
Waktu ospek kan banyak teman-teman yang nanya
 “ambil jurusan apa ?”
“Manajemen” jawaban yang singkat padat dan jelas tampa menambahkan kalimat Kampus 2  yang keluar dari mulut yang manis ini. kenapa? Karena gue  pikir orang-orang banyak yang gak tau kalo di Payakumbuh ada kampus 2nya, kan ceritanya gue menghargai orang yang tidak tau donk. Tapi kalo sama jurusannya dengan gue, tanpa ditanya pun gue bilang kalo gue tu ambil Manajeme kampus 2, biar gak salah kaprah pada akhirnya.
Ospeknya kan di kampus utama, jadi gue harus nginap di tempat keluarga. Karena nginap sama keluarga jadinya gue gak bebas lakuin apa yang gue mau, walaupun capek yang sungguh sangat luar biasa yang dapat melenyapkan urat senyum yang biasa gue pancarkan. gue tetap bantu-bantu masak atau pekerjaan lainya. Kan gak enak numpang enak aja, kecuali kalo saudara dekat.
Selama ospek peraturanya tidak boleh di antar, tapi karena jauh gue tetap di antar sama kakak sepupu gue. kampusnya kan jauh dari tempat keluarga gue, jadi gue di antar setelah selesai sholat subuh karena peraturanya harus sampai di kampus jam 6. Ospek tersebut bertepatan dengan bulan Ramadhan. Kebayang gak tu gimana capeknya ?
Gue sampai di kampus yang luasya kebangetan itu sekitar jam 6 kurang, tapi sampai disana gue tetap aja dapat hukuman, padahal gue datang tepat waktu. Gue disuruh skotjump, gue disuruh jalan sambil jongkok dan banyak lagi hukuman lainnya yang bisa bikin kaki dan badan gue pegel baget-benget deh. Tambah lagi hukuman karena gue di antar, haduuhh pokoknya complicated deh waktu itu. ospek adalah pengalaman terseru dari banyak pengalaman yang gue dapat di planet ini, walaupun menyebalkan, melelahkan dan membosankan gue tetap enjoy karena banyak teman baru dan banyak ilmu tetang seputar orang-orang hebat yang dapat menginspirasi gue untuk hidup kedepannya.
Hari pertama kuliah gue seneng banget karena gue bakalan dapat teman-teman baru dan pengalaman baru. Sampainya gue di kampus tercinta, betapa tekjub dan kagum banget gue pas lihat kampus yang hanya ada 4 kelas, 1 kantor dan 1 mushalla. Haduh lebih bagus SD gue dulu dari pada kampus yang sekarang, ya udah bawa enjoy aja kata gue dalam hati. Pas masuk kelas hati gue berkata-kata “ooo jadi ini yang namanya kuliah, kayak lagi les aja yaa”.
Setelah berkenalan dengan banyak teman yang ada di kelas. Salah satu teman gue bilang kalo dia dari Jakarta. Truss hati ku berkata lagi “dari Jakarta Cuma mengejar kampus yang ada 4 kelas, hadoo”.
Truss ada teman lagi yang bilang kalo dia masuk manajemen kampus 2 karena salah “Klik” waktu daftar SNMPTN, the big problem. Kalo gue sih jawabnya jujur-jujur aja “karena dekat dengan rumah”.
Lucunya lagi ada salah satu teman gue bilang
“kan aku mau ambil kedokteran trus ada teman yang nyenggol tanganku  waktu di warnet jadi yang terklik sama tangan  manajemen Payakumbuh”. Jelas banget ya ngeles nya, pake nyalahin tangan lagi.
Salah seorang teman gue cerita kalo dia waktu daftar ulang di kampus utama di Padang semua berkas ditulis Manajemen bukan Manajemen kampus 2, jadi brabe donk. Kampus aslinya alias pusat kan menyediakan asrama bagi mahasiswa yang jauh, karena semua berkas dia tulis manajemen jadi namanya ada di Asrama. Ya senang donk dia waktu ospek tinggal di asrama, dan gak perlu cari tempat tinggal lain. Trus dia mikir lagi kalo dia tinggal di asrama masak dia harus pergi kuliah jauh banget, kan gak mungikin kuliah di Payakumbuh tapi tinggal di Padang. Tuh kan kalo udah bohong masalahnya jadi tambah complet.