Rabu, 23 Oktober 2013
Kamis, 03 Oktober 2013
Ulang tahun. Yang ada di
benak gue saat melakukan ulang tahun adalah semakin tua, dapat kado, di
kerajain sama temen-teman. Kenapa sih yang ulang tahun selalu di kerjain, klo
dapat kado aja sih gak apa-apa yaaaaa. Dan kenapa setiap gue ulang tahun selalu
di kerjain. Oh Tuhan, ada apa dengan tampang gue yang polos ini,
apakah tambang gue emag polos atau itu hanya bohong.
Tapi sumpah deh ulang
tahun kali ini kok gue sensitif banget ya. Padahal itu masalah kecil banget tapi
kok gue juga kebawa emosi yang tak terbendung yang gedenya segunung.
Teman-teman gue bener2
ngeselin dan gak punya pripertemanan yang adil dan beradap kepada Tuhan Yang
Maha Esa. kenapa gue gak kepikiran kalo gue itu di kerjain ? haaaah ntah lah,
hanya Tuhan yang tau. Sebenarnya waktu itu gue dilema, ini beneran atau ngak
sih. Tapi yang jelas waktu itu hati gue udah sakit duluan jadi gak mikir di
kerjain. Masa pas gue datang mereka udah pada rahasia-rahasia an, kan ga enak,
walaupun biasanya emag suka rahasia sih. Sebenernya rahasia yang gak penting
tapi bagi mereka penting. Heeeeeheeeeeeeeeee. #pipis love and gaul.
Yang penting banget.. thank
you for all my friends who have bullying me with perfect. i like your manner,
so that made me cry ( just false ), and also thanks for prize that so funny. J I love you so much
friends, # tightly hug J J
.
Thanks
for someone who his name still secret . hehehe. he have come to my house in the
morning when sun shine light. only for to say happy bithday. J
I feel lucky that morning. Thanks a lot friend. ;)
Kamis, 26 September 2013
Minggu, 08 September 2013
Kamis, 06 Juni 2013
06 Juni 2013
JUST CURCOL
Semester selanjutnya adalah semester keberuntunganku. Semester yang dapat memberiku nilai yang gemilang. Nilai yang aku impikan.
JUST CURCOL
Begitu
banyak rintangan yang menghadang perjalan hidupku di planet yang bernama
realita ini. Aku mulai lelah, bosan bahkan menyerah untuk menjalani kisah ini.
Terkadang usaha yang kita lakukan tidak membuahkan hasil yang gemilang. Aku
merasa takut untuk menjalani kisah selanjutnya. Tapi perasaan takut itu harus
di musnahkan sampai aku menemukan tempat abadi yang disebut heaven. Aku masih belum dapat memastikan
apakah surga pantas untukku, tapi yang jelas aku takut dengan neraka. Aku akan
berusaha mengindari tempat itu dengan sebutan “katakan tidak pada neraka.”
Aku
selalu ingat dengan sebuah kata yang cukup memberiku ganbatte dalam setiap
kegagalanku yaitu don’t give up. Terkadang
kata itu tidak mempan untuk setiap masalah yang aku hadapi. Aku berfikir bahwa
usaha yang aku lakukan sudah maksimal namun hasilnya masih saja mengecewakan.
Apa aku tidak pantas mendapatkannya. Jika memang iya, kenapa ?
Aku
selalu menanyakan hal demikian dalam setiap do’a, namun jawabnya masih belum bisa
ku dapatkan. Saat otakku dapat berfikir jernih, aku dapat menyimpulkan bahwa
mungkin Tuhan belum mengizinkan atau tuhan punya rencana indah dibalik
kegagalanku. Aku penasaran dengan rahasia Tuhan. Apakan rencana baik atau malah
sebaliknya.
Terkadang
aku iri dengan mereka yang bisa mendapatkan segalanya dengan mudah. Menikmati
indahya ketawa yang lepas dari hati tanpa ada beban sedikitpun. Rasa kecewa
yang enggan untuk singgah dalam hidupku adalah sebuah rasa yang sangat aku
impikan. Aku berusaha untuk tidak kecewa, berusaha untuk tidak patah
semangat, berusaha untuk tidak menyerah,
namun hatiku masih belum bisa bohong untuk mengatakan hal demikian. Aku
bersyukur tapi ucapan syukur itu yang masih mudah roboh di terjang angin topan.
Aku janji bahwa ini adalah kegagalan terakhirku. Tidak ada kata gagal untuk
selanjutnya. Aku akan bangkit dan berusaha lebih keras lagi untuk hasil yang
aku impikan. Semoga Tuhan selalu bersamaku dan ikut membantuku untuk
mewujudkannya.
Semester selanjutnya adalah semester keberuntunganku. Semester yang dapat memberiku nilai yang gemilang. Nilai yang aku impikan.
Rabu, 08 Mei 2013
09 mei
2013
Salah “KliK”
2 Tahun yang lalu gue dilanda galau akibat pilihan yang terbatas
karena gue milih jalur SNMPTN. Pilihan pertama adalah manajemen kampus 2 dan
yang kedua akuntansi di kampus induk atau bisa di sebut juga kampus pusat. ”Kok
piliha pertama manajemen kampus 2 sih ?”itu pertanyaan yang muncul waktu gue
ditanya tentang pilihan waktu masuk kuliah.
Ya udah, gue jawab aja, “kan gue tinggal di Payakumbuh ne, trus mama gue
bilang kalo mau kuliah di Payakumbuh aja, ntar kalo gak di keterima baru Padang,
ngitung-ngitung biaya”. Gue ikutin saran
mama gue tercinta yang tak terkalahkan oleh apapun di dunia ini, tapi kalo udah
marah-marah tercintanya jadi hilang, lenyap dan entah kemana.
Sejujurnya, apa manajemen aja gue gak tau, tapi itu dulu, sekarang gue
tau donk. prinsip gue yang penting
milih, ntar kalo diterima berarti rezeki dan Tuhan berarti kasih izin buat gue
untuk kuliah. Parahnya lagi, dimana kampusnya aja gue gak tau, Tapi gue dengar
dari Orang-orang katanya di sana dulu bekas SMP, ya udah gue gak kepikiran sama
bagaimana keadaan kampus, yang gue pikir palingan kayak sekolahan biasa yang
punya banyak kelas. Lagian udah bisa kuliah aja udah syukur banget gimana mau
banyak milih.
Waktu ospek kan banyak teman-teman yang nanya
“ambil jurusan apa ?”
“Manajemen” jawaban yang singkat padat dan jelas tampa menambahkan
kalimat Kampus 2 yang keluar dari mulut
yang manis ini. kenapa? Karena gue pikir
orang-orang banyak yang gak tau kalo di Payakumbuh ada kampus 2nya, kan
ceritanya gue menghargai orang yang tidak tau donk. Tapi kalo sama jurusannya
dengan gue, tanpa ditanya pun gue bilang kalo gue tu ambil Manajeme kampus 2,
biar gak salah kaprah pada akhirnya.
Ospeknya kan di kampus utama, jadi gue harus nginap di tempat
keluarga. Karena nginap sama keluarga jadinya gue gak bebas lakuin apa yang gue
mau, walaupun capek yang sungguh sangat luar biasa yang dapat melenyapkan urat
senyum yang biasa gue pancarkan. gue tetap bantu-bantu masak atau pekerjaan
lainya. Kan gak enak numpang enak aja, kecuali kalo saudara dekat.
Selama ospek peraturanya tidak boleh di antar, tapi karena jauh gue
tetap di antar sama kakak sepupu gue. kampusnya kan jauh dari tempat keluarga
gue, jadi gue di antar setelah selesai sholat subuh karena peraturanya harus
sampai di kampus jam 6. Ospek tersebut bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Kebayang gak tu gimana capeknya ?
Gue sampai di kampus yang luasya kebangetan itu sekitar jam 6 kurang,
tapi sampai disana gue tetap aja dapat hukuman, padahal gue datang tepat waktu.
Gue disuruh skotjump, gue disuruh jalan sambil jongkok dan banyak lagi hukuman
lainnya yang bisa bikin kaki dan badan gue pegel baget-benget deh. Tambah lagi
hukuman karena gue di antar, haduuhh pokoknya complicated deh waktu itu. ospek
adalah pengalaman terseru dari banyak pengalaman yang gue dapat di planet ini,
walaupun menyebalkan, melelahkan dan membosankan gue tetap enjoy karena banyak
teman baru dan banyak ilmu tetang seputar orang-orang hebat yang dapat menginspirasi
gue untuk hidup kedepannya.
Hari pertama kuliah gue seneng banget karena gue bakalan dapat
teman-teman baru dan pengalaman baru. Sampainya gue di kampus tercinta, betapa
tekjub dan kagum banget gue pas lihat kampus yang hanya ada 4 kelas, 1 kantor
dan 1 mushalla. Haduh lebih bagus SD gue dulu dari pada kampus yang sekarang,
ya udah bawa enjoy aja kata gue dalam hati. Pas masuk kelas hati gue
berkata-kata “ooo jadi ini yang namanya kuliah, kayak lagi les aja yaa”.
Setelah berkenalan dengan banyak teman yang ada di kelas. Salah satu
teman gue bilang kalo dia dari Jakarta. Truss hati ku berkata lagi “dari
Jakarta Cuma mengejar kampus yang ada 4 kelas, hadoo”.
Truss ada teman lagi yang bilang kalo dia masuk manajemen kampus 2
karena salah “Klik” waktu daftar SNMPTN, the big problem. Kalo gue sih jawabnya
jujur-jujur aja “karena dekat dengan rumah”.
Lucunya lagi ada salah satu teman gue bilang
“kan aku mau ambil kedokteran trus ada teman yang nyenggol
tanganku waktu di warnet jadi yang
terklik sama tangan manajemen
Payakumbuh”. Jelas banget ya ngeles nya, pake nyalahin tangan lagi.
Salah seorang teman gue cerita kalo dia waktu
daftar ulang di kampus utama di Padang semua berkas ditulis Manajemen bukan
Manajemen kampus 2, jadi brabe donk. Kampus aslinya alias pusat kan menyediakan
asrama bagi mahasiswa yang jauh, karena semua berkas dia tulis manajemen jadi
namanya ada di Asrama. Ya senang donk dia waktu ospek tinggal di asrama, dan
gak perlu cari tempat tinggal lain. Trus dia mikir lagi kalo dia tinggal di
asrama masak dia harus pergi kuliah jauh banget, kan gak mungikin kuliah di
Payakumbuh tapi tinggal di Padang. Tuh kan kalo udah bohong masalahnya jadi
tambah complet.
Sabtu, 16 Maret 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
